Sunday, May 6, 2007

VIDEOTRON DJARUM IN JOGJA

VIDEOTRON DJARUM IN JOGJA

The form of world of Advertisement in Indonesia which expanding is Videotron. Videotron is a fairish big television 2 X 4 metre. The screen of Videotron made of so much many lamps formation of LED (Light Emitting Diode). And have very colour many so that yielded picture like picture which often we see in Television. There is also which only monocolor that is such as those which of running text in monument PLN correct deal with videotron in garden complex park Abu Bakar Ali Malioboro Jogja.

Videotron represent one of the advertisement form or model of outdoor which costly enough compared to advertisement of outdoor other. Videotron exist in this Jogja present all kinds of product of djarum, like ; Super Djarum, Djarum Black, LA Light and of Djarum 76, Brown Djarum. Presented also about process of from strarting picking of clove, tobacco, process making and processing. Besides presented also about Yogyakarta, although only good in a flash about culture variety and affable of his that very famous human being.

Possible model advertisement like this we can say as a approach of producer to be more introduce its product to society. Society as consumer will be more recognize about its product and become more trust because knowing about its product morely detail. More than anything else cigarette advertisement, such as those which all of us know clock display him of in television very limited by that is 10.00 p.m a clock. Though cigarette industry occupy position which important enough because Government very have importance to with cigarette industry, representing biggest Iease kontributor. Beside that industry smoke also create very big employment, either through direct and or do not.

But on the other side government also have importance to press brake consumption smoke for the shake of reason of health. Pressure international world ( WHO) and society anti nicotine / tobacco also represent the problem of faced by cigarette producer.

Return at videotron, way of advertisement like this even also have excess. Producer can present its product only in one place, don't like billboard which only one product. Besides also more interesting because representing a new moel, its him even also strategic enough in the middle of intersection of downtown red light. As for its him durasi old ones in one product though aflame red light which represent sign desist only about 30 second ( because goals represent consumer of road;street) so that less synchronized. Also frame of artless videotron less giving to feel interest and less is giving of selfexplanatory advertisement information because videotron don't blaze 24 clock. Outside less and more it him this represent a breakthrough to move forward world of advertising in Indonesia.

VIDEOTRON DJARUM DI JOGJA

Model dari dunia Advertising di Indonesia yang sedang berkembang adalah Videotron. Videotron adalah sebuah televisi besar berukuran 2 X 4 meter. Layar videotron terbuat dari sekian banyak susunan lampu-lampu LED atau dalam bahasa Inggrisnya Light Emitting Diode. Dan memiliki warna yang sangat banyak sehingga gambar yang dihasilkan seperti gambar yang sering kita lihat di Televisi. Ada pula yang hanya monocolor yaitu seperti yang ada di running teks tugu PLN yang tepat berhadapan dengan videotron di kompleks taman parkir Abu Bakar Ali Malioboro Jogja.

Videotron merupakan salah satu model atau bentuk iklan outdoor yang cukup mahal dibandingkan dengan iklan outdoor yang lain. Videotron yang ada di Jogja ini menampilkan segala macam produk dari djarum, seperti ; Djarum Super, Djarum Black, LA light dan Djarum 76, Djarum Coklat. Ditampilkan pula tentang proses pembuatan dari mulai pemetikan cengkeh, tembakau, proses pengolahan dan pembuatan. Selain itu ditampilkan pula tentang Yogyakarta, walaupun hanya sekilas baik tentang keanekaragaman budaya dan keramah-tamahan manusianya yang sangat terkenal itu.

Mungkin model iklan seperti ini boleh dikatakan sebagai sebuah pendekatan produsen untuk lebih memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Masyarakat sebagai konsumen akan lebih mengenal tentang produknya dan menjadi lebih percaya karena mengetahui tentang produknya tersebut secara lebih detail. Apalagi iklan rokok, seperti yang kita semua tahu jam tayangnya di televi sangat dibatasi yaitu jam 22.00 WIB keatas. Padahal industri rokok menduduki posisi yang cukup penting karena Pemerintah sangat berkepentingan dengan industri rokok, yang merupakan kontributor pajak terbesar. Disamping itu industri rokok juga menciptakan lapangan kerja yang sangat besar, baik secara langsung ataupun tidak. Tetapi di sisi lain pemerintah juga berkepentingan untuk mengerem konsumsi rokok demi alasan kesehatan. Tekanan dunia internasional (WHO) dan masyarakat anti nikotin/tembakau juga merupakan masalah yang dihadapi produsen rokok.

Kembali pada videotron, cara beriklan seperti ini pun mempunyai kelebihan. Produsen bisa menampilkan produknya hanya dalam satu tempat, tidak seperti billboard yang hanya satu produk. Selain itu juga lebih menarik karena merupakan sebuah moel yang baru, penempatanya pun cukup strategis ditengah persimpangan lampu merah pusat kota. Adapun kekuranganya durasi yang lama dalam satu produk padahal lampu merah menyala yang merupakan tanda berhenti hanya sekitar 30 detik (karena target merupakan pengguna jalan) sehingga kurang mengena. Juga frame dari videotron yang polos kurang memberikan rasa ketertarikan dan kurang memberikan informasi iklan yang cukup jelas karena videotron tidak menyala 24 jam. Di luar kurang dan lebihnya ini merupakan sebuah terobosan yang akan memajukan dunia advertising di Indonesia.